Sabtu, 18 Mei 2013

Ambisi

Semasa sekolah SMK aku sering habiskan waktu bersama kawan-kawanku dengan latihan musik bahkan dijam sekolahpun aku sering bolos hanya sekedar buat latihan, sampe sampe aku sendiri mau di DO dari sekolah karena sering bolos dan terlambat sekolah.
Setelah menyelesaikan masa sekolah SMK ku dengan nilai yang pas pasan aku pengin sekali jadi seorang arsitek sesuai dengan jurusan yang aku ambil dibangku SMK. Entah berdosa atau tidak aku ke orang tua karena sudah memaksakan untuk melanjutkan sekolah di Arsitek meskipun akhirnya tetap aja gagal melanjutkan kuliah karena orang tua tidak mampu membayar iuran semesteran yang cukup besar waktu itu.
Akhirnya aku merantau dengan ijin orang tua untuk mencari pekerjaan dengan harapan dapat melanjutkan kuliah kembali sesuai dengan keinginanku sendiri.
Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya aku bekerja bersama saudaraku sebagai pelayan toko alat tulis kantor disalah satu kota yang ada di Jawa Barat tepatnya di daerah Bekasi. Berawal dari situlah aku mulai berfikir dan memutar otak untuk lebih maju kedepan. Dengan bantuan saudara dan kawan kawan yang ada disekitar toko akhirnya aku mendapat pekerjaan disebuah perusahaan China dengan gaji yang cukup lumayan waktu itu sebesar 189.000 rupiah meski hanya bisa bertahan selama satu tahun karena perusahaan pailit.
Seiring berjalannya waktu dan karena ketidak kepercayaan masyarakat dengan kepemimpinan presiden kita waktu itu Bapak Suharto yang akhirnya timbul krisis moneter yang melanda dengan kerusuhan dimana mana, akhirnya aku pulang kampung untuk sementara sambil menunggu kondisi aman dan terkendali.
Di tahun 1999 pertengahan aku berangkat lagi ke Bekasi dengan harapan besar akan dapat pekerjaan yang lebih bagus, gaji gede dan dapat melanjutkan sekolah lagi............................
Ternyata tidak segampang yang aku fikirkan, waktu itu mencari pekerjaan cukup sulit hingga tiga bulan lebih menganggur tanpa pekerjaan diperantauan. Akhirnya menjelang lebaran tahun 1999 aku bekerja diperusahaan swasta yang memproduksi komponen dan spare parts sepeda motor. Dari situlah aku mulai bangkit untuk melanjutkan cita cita awalku yaitu melanjutkan sekolah lagi tanpa mempedulikan hal yang lain.
Setelah bekerja selama 2 tahun akhirnya aku masuk di Politeknik Swasta yang berada di Bekasi, kebetulan itu adalah Politeknik baru.
Semenjak saat itu ya lumayan capek dan lelah tapi tetap semangat buat ngejar cita cita ya selama ini diida idamkan, tidak terasa waktu bergulir hingga suatu saat menemukan sosok perempuan yang selalu hadir untuk berbagi hingga terlena kemana mana yang akhirnya kuliah harus berhenti selama dua tahun karena masalah finansial, dari situlah hidup berasa berat dalam satu sisi aku memikirkan kuliah dalam satu sisi lagi memikirkan orang yang belum tentu menjadi pendamping hidupku selamanya. Untuk makan sendiri sehari hari pun susah apalagi membayar semesteran yang waktu itu bisa dibilang lumayan gede, sampe sampe aku harus menjadi tukang service komputer keliling dari rumah kerumah untuk memenuhi kebutuhan makan sehari hari.
Setelah beberapa lama secara finansial berangsur angsur pulih hingga aku bisa melanjutkan kuliahku yang tinggal skripsi saja.
Memang hidup tanpa seorang perempuan terasa sepi tapi harus dipahami dan dimengerti juga dalam semua hal janganlah sesekali melibatkan masalah pribadi kedalam persoalan yang harusnya clear dengan kondisi dan keadaan yang tenang, sebab persoalan pribadi akan terasa pelik apabila sudah melibatkan orang lain didalamnya.
Dalam mengejar cita cita juga tidak boleh begitu saja mengesampingkan kebutuhan dan keperluan pribadi sebab kebutuhan pribadi dan kebutuhan yang lain harus tetap balance tanpa ada yang dikorbankan.

Kejarlah cita citamu setinggi langit sekalipun dan jangan pantang menyerah.
Tutuplah telingamu serapat mungkin untuk mendengar suara yang akan mengenurkan semangatmu tapi bukalah lebar lebar untuk mendengar suara penyerumu............

Tetap semangat

Spirit Carries On........................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar